Langsung ke konten utama

Untuk sang Bintang dan Sang Rembulan

Untuk Sang Bintang dan Sang Rembulan

Begitu hitam
Sampai tak tampak apa-apa
Begitu pekat
Sampai aku tak kuat

Apa dayaku
Tapi itu tak bisa
Sendiri di hitam yang pekat
Tanpa ada sang bintang dan sang rembulan

Cahaya yang tak menguatkan mata
Sampai-sampai mengalahkan hitamnya yang pekat
Aku tak kuat tapi aku mencoba

Rembulan dan bintang yang selalu datang menghampiri
Rembulan yang selalu menyinari
Bintang yang menggenggam jemariku
Melewati sang hitam pekat agar aku tak tersandung

Melewati hutan belantara
Membuat bulu kudukku tak bisa duduk
Tapi apa dayaku
Sang rembulan dan sang bintang tetap datang menghampiri


Sampai di ujung perjalanan ku
Mereka telah hilang
Hilang seperti ditelan oleh Sang surya yang sangat terang

Aku baru tersadar
Tersadar dari tidurku yang panjang
Wajahku dialiri air
Sampai-sampai membasahi bantal kapuk yang kupegang

Hatiku sobek bagaikan disayat oleh silet
Mengeluarkan penyesalan yang tak dapat ditampung
Aku murka terhadap sang Surya
Yang menelan rembulan dan bintangku

Apa dayaku
Aku hanya bisa menyimpannya

Di kenangan lamaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permulaan Ekaristi

Istilah "Ekaristi" berasal dari  bahasa Yunani   ευχαριστω , yang artinya berterima kasih atau bersyukur (KGK 1328); istilah ini lebih sering digunakan oleh  Gereja Katolik ,  Komuni Anglikan ,  Gereja Ortodoks Timur , dan  Gereja Lutheran . Sedangkan istilah "Perjamuan Kudus", khususnya di Indonesia, umumnya digunakan oleh kebanyakan  Gereja Protestan . [1]  Namun kata "Ekaristi" tidak hanya merujuk pada ritusnya saja (Perjamuan Kudus atau Misa Kudus), tetapi juga pada roti — baik yang be ragi  ataupun tidak beragi — dan anggur yang dikuduskan (di konsekrir ) dalam ritus tersebut . Ekaristi adalah kurban pujian dan syukur kepada Allah Bapa, di mana Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya di dalam segala sesuatu: untuk penciptaan, penebusan oleh Kristus, dan pengudusan. Kurban pujian ini dinaikkan oleh Gereja kepada Bapa melalui Kristus: oleh Kristus, bersama Dia dan untuk diterima di dalam Dia. (KGK 1...

Penderitaan Orang Beriman

  Penderitaan Orang Beriman Ø    Pengantar Manusia adalah mahluk yang dapat merasakan suatu rasa atau memiliki emosi yang dapat berubah. Emosi pada manusia dapat mengarah pada emosi yang negatif seperti: sedih, kecewa, sakit, dan lain-lain. Kemudian ada juga emosi yang positif yang mempengaruhi manusia, seperti: bahagia, senang, terharu, cinta, mengasihi, dan lain-lain. Emosi manusia dapat berubah kapan saja sesuai dengan keadaan yang sedang dialami oleh seseorang tersebut. Seseorang pun merasakan penderitaannya ketika ia mengalami emosi yang negatif yang dapat membawanya pada rasa sedih atau rasa tidak dihargai dan sebagainya. . Ø   Penderitaan dan rasa sakit Rasa sakit dengan penderitaan adalah dua hal yang berbeda level. Rasa sakit dengan penderitaan adalah dua hal yang berbeda level. Dalam pengertiannya, rasa sakit erat berhubungan dengan fisik dan segala hal yang bersifat empirik yang dapat disembuhkan dengan obat-obatan dan lai...

Yudas Iskariot Sebenarnya Penyelamat??

Teori konsipirasi pun dilontarkan oleh pihak yang ingin memecah iman kepercayaan umat Kristiani. Jika umat Allah percaya bahwa karena Yudas telah berkhianat, dan Yesus wafat di salib karena penghianatan Yudas, maka agama lain akan dengan mudah menyerang Kristiani. Berbagai pertanyaan pun timbul, jika memang betul Yudas yang membuat Yesus disalibkan. Saya mengutip salah satu catatan seorang yang membuat teori konspirasi : “Hampir semua 4 Injil mengatakan Yudas adalah penghianat yang menyebabkan Yesus ditangkap dan kemudian disalib atau untuk dibunuh. Jika memang demikian, mengapa Yudas disebut penghianat? Bukankah tanpa Yudas, Yesus tidak akan pernah disalib dan tidak ada konsep penebusan dosa? Sungguh konyol. Lucunya adalah orang-orang Kristen mengaganggap Yudas seorang penghianat tetapi mereka menikmati hasil kerja Yudas. Apakah ini bukan hal yang munafik? Seharusnya mereka mengganggap Yudas seorang pahlawan karena telah mengantarkan Yesus ke tempat salib.”  Pernyataan itu kendati...